Rusia telah mengkonfirmasi kematian pertama di negeri itu akibat folio dalam lebih dari satu dasawarsa, kata pejabat tinggi kesehatan masyarakat di negeri tersebut pada Ahad, demikian laporan kantor berita Rusia, Interfax.

Seorang warga di negara bekas Uni Sovyet di Asia Tengah, Uzbekistan, meninggal akibat folio di kota Yekaterinburg di Pegunungan Urals pada awal Juni, kata Gennady Onishchenko sebagaimana dikutip. “Pemeriksaan telah mengkonfirmasi ini,” katanya.

Wanita jurubicara Onishchenko tak bisa dimintai komentar mengenai laporan tersebut, Ahad.

Polio secara praktis telah dihapuskan sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara industri pada 1960-an, tapi tetap menjadi wabah di tujuh negara, demikian keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rusia pada Mei mengkonfirmasi kasus pertamanya dalam 13 tahun pada satu bayi yang datang dari Tajikistan, tempat sedikitnya 12 orang telah meninggal akibat wabah polio tahun ini.

Kantor berita resmi Rusia, RIA Novosti dua pekan lalu melaporkan seorang pria Uzbekistan meninggal akibat polio di Yekaterinburg pada 4 Juni, tapi kantor Onishchenko tak bersedia mengomentari laporan itu sampai pemeriksaan tambahan di Moskow mengkonfirmasi diagnosis atas pria tersebut.

Onishchenko mengatakan empat kasus polio telah dikonfirmasi pada warga dari Asia Tengah dan dua kasus kemungkinan lain sedang diselidiki, demikian laporan Interfax.

Polio, yang menyebar di berbagai daerah dengan pemeliharaan kesehatan yang buruk, menyerang sistem syaraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan yang tak dapat diobati dalam waktu beberapa jam setelah penularan. Anak yang berusia tiga tahun adalah yang paling rentan.

Sumber : media online indonesia


Menko Perekonomian Hatta Rajasa khawatir APBN-P 2010 akan jebol hingga Rp 5 triliun, jika tidak diberlakukannya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10% pada 1 Juli mendatang.

“(TDL) per 1 Juli harus selesai kalau tidak APBN kita bisa jebol, kalau tidak ada tambahan Rp 5 triliun,” ujarnya di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/6/2010).

Seperti diketahui, dalam APBN-P 2010 yang diputuskan pada awal Mei lalu, subsidi listrik yang dianggarkan mencapai Rp 54 triliun. Untuk itu, diperlukan kenaikan TDL sebesar 10% untuk menutupi kebutuhan PLN akibat pengurangan subsidi sekitar Rp 10 triliun dari APBN 2009 sebesar Rp 64,46 triliun.

Hatta mengungkapkan, jika APBN sampai jebol hingga Rp 5 triliun, Pemerintah tidak bisa mengajukan tambahan defisit atau mengajukan APBN-P untuk kedua kalinya karena hal tersebut melanggar mekanisme yang berlaku.

“Per 1 Juli kan itu harus sudah masuk, sudah harus selesai, karena APBN 2010 kan sudah diketok 10%, karena kalau tidak kan harus ada Rp 5 triliun lagi tambahan, kalau Rp 5 triliun tambahan lagi, nggak mungkin kan kita menaikkan defisit anggaran. Apa kita mau buat APBN-P lagi? APBN-P dua? Kan tidak, kita harus konsisten, kita harus jaga APBN kita prudent dan kredibel,” tegasnya.

Menurut Hatta yang perlu diperhatikan adalah skema pemberian subsidi listrik untuk masyarakat. Dia berharap skema tersebut bisa ditentukan sebelum masa reses anggota dewan pada pertengahan Juni mendatang, sebelum pemberlakuan kenaikan TDL 10%.

Sumber : news


Grup Musik DGrup musik D`Cinnamons mencari sejumlah wartawan yang hadir pada jumpa pers dan menyapanya dengan akrab beberapa saat sebelum tampil di Makassar, Kamis.

“Wartawan mana?. Ayo angkat tangan, terimakasih sudah datang semua walaupun datang dengan baju yang masih sama,” canda vokalis grup ini, Dodo di atas panggung.

Sejumlah wartawan dari berbagai media yang hadir meliput pun segera mengacungkan tangan sambil tertawa.

Dari banyak grup musik maupun penyanyi yang pernah tampil di Makassar, jarang sekali interaksi seperti ini terjadi.

Penampilan Dodo, Bona, Iwan dan Michael di Kafe Balezza memang tampak akrab dengan penonton karena Dodo sang vokalis sering bercanda lengkap dengan mimik wajahnya yang ekspresif dan dialek lucunya saat berbicara.

Bahkan tidak jarang tawa spontan pecah saat bernyanyi sebagai ekspresi kebahagiaan melihat penonton yang menikmati penampilan mereka.

Suasana santai dibangun sejak awal penampilan mereka yang dibuka tembang Semua yang Ada, I Love You dan Kuyakin Cinta.

Total sepuluh lagu yang dibawakan grup musik ini secara akustik dinyanyikan penuh dengan penghayatan dan improvisasi vokal terutama saat membawakan tembang Damai Tapi Gersang dan Loving You.

“Makassar sangat berkesan bagi kita, senang sekali bisa tampil di sini dan nyanyi barengnya asyik banget,”ujarnya.

Di atas panggung ia juga menjelaskan, pemain bass pengganti Laut yaitu Nana seharusnya telah tampil perdana bersama di Makassar, namun pemain bass baru tersebut tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya.

Lagu-lagu berikutnya yang dibawakan pada penampilannya yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut adalah I.M.U.L, Monday Im In Love dan Super Girl.

Tembang Selamanya Cinta lagu lama milik penyanyi Yana Yulio yang diaransemen ulang bergaya akustik balada serta lagu tema film cinta remaja era 1970-an Galih dan Ratna menutup penampilan mereka.‘Cinnamons Cari Wartawan.

Sumber :http://vibizdaily.com/detail/sosbud/2010/06/10/grup_musik_dcinnamons_cari_wartawan


7,5 Skala Richter (SR) yang berpusat di kepulauan Nicobar, India, tidak hanya terasa di Aceh. Guncangan yang sama juga terasa di kawasan Bukittingi, Sumatera Barat.

“Gempa di Aceh juga dirasakan sampai Bukittinggi,” ujar Eko, Minggu (13/6/2010) dinihari.

Sementara itu, situs USGS mencatat, gempa ini terjadi di laut dan berada di kawasan Kepulauan Nicobar, India. Gempa ini berpotensi tsunami. Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 21 Km dan arah 420 km Barat Laut Sabang.

Sumber : tokoh indonesia


Bank Indonesia (BI) akan segera menggelar lelang uang kertas bersambung ukuran plano (uang plano) pecahan Rp 10.000, Rp 50.000, dan Rp 2.000 pada Agustus 2010.

Hasil lelang uang plano tersebut akan digunakan BI untuk kegiatan sosial.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi A. Johansyah di Jakarta, Senin (14/06/2010).

“Penjualan Uang Plano yang kedua direncanakan berlangsung pada Lelang Numismatik ‘Java Auction’ di Hotel Redtop Jakarta pada hari Sabtu, 7 Agustus 2010. Adapun Uang Plano yang akan dijual melalui lelang kali ini adalah lima lembar pecahan Rp.10.000, lima lembar pecahan Rp 50.000, dan empat lembar pecahan Rp.2.000,” ujar Difi.

Difi menjelaskan, proses penjualan Uang Plano dilakukan secara lelang dengan harga penawaran tertinggi.

“Hasil penjualan melalui lelang (harga penawaran tertinggi) setelah dikurangi dengan Nilai Nominal, Harga Dasar, Biaya Lelang dan pajak penjualan, seluruhnya digunakan oleh BI untuk kegiatan sosial,” ungkapnya.

Pada lelang pertama BI meraup dana dari lelang uang plano sebesar Rp 293,25 juta yang terdiri dari 5 lembar uang plano Rp 2000, 3 lembar uang plano Rp 10.000, dan 3 lembar uang plano Rp 50.000.

“Harga tetingginya yakni uang plano pecahan Rp 2.000 nomor seri AAA0000001 sebesar Rp 122 juta per lembar,” jelasnya.

Seperti diketahui harga dasar uang plano pecahan Rp 10.000 yaitu Rp 1.200.000 yang terdiri atas 45 bilyet per lembar. Sedangkan pecahan Rp 50.000 terdiri dari 45 bilyet dengan harga dasar Rp 3.500.000 per lembar.

Untuk uang plano pecahan Rp 2.000 terdiri dari 50 bilyet per lembar dengan harga dasar Rp 1.000.000.

Uang plano atau uang bersambung adalah dua lembar atau lebih uang yang sengaja dicetak tanpa memotong kertasnya, sehingga dalam uang-uang tersebut bergandengan satu sama lain.

Uang tersebut sengaja dicetak demikian dalam jumlah terbatas untuk konsumsi para kolektor walaupun merupakan alat pembayaran yang sah.

Sumber : media online indonesia


Wacana yang dilontarkan Dirut PLN Dahlan Iskan soal listrik gratis untuk orang miskin terus menuai kontroversi. Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi meminta wacana tersebut tidak menjadi isu populis, sehingga cenderung menjerumuskan.

“Soal listrik gratis buat rakyat, merupakan kebijakan pro poor yang bagus. Cuma jangan menjadi kebijakan populis yang unoperational, sehingga membohongi rakyat dan menambah beban utang luar negeri,” kata Viva Yoga, Senin (14/6/2010).

Menurut Sekretaris FPAN DPR ini, wacana listrik gratis itu ternyata bermakna negara harus memberikan tambahan subsidi listrik kepada rakyat. Sementara berdasarkan laporan LKPP yang telah diaudit, subsidi listrik tahun 2009 sebesar Rp 49,546 triliun dan dari APBNP 2010 sebesar Rp 55,106 triliun.

“Pertanyaannya, berapa tambahan besaran subsidi tahun anggaran 2011? Dan dari mana mengoptimalisasi sumber penerimaan negara? Kalau dari pajak dan cukai rasanya tidak cukup. Kalau dari sumber utang luar negeri maka FPAN tegas menolak kebijakan ini,” tegas politisi muda PAN ini.
?
Wacana kebijakan yang dinilai sok populis membantu rakyat, tetapi menambah dibeban rakyat ini harus diwaspadai. Menurut dia, masyarakat kecil yang menjadi pelanggan PLN 450 – 900 Watt sekitar 70 persen. “Kalau ini disubsidi berapa tambahan subsidi? Dan dari mana sumbernya? Bagaimana kalau pelanggan PLN 1.300 Watt berbondong-bondong pindah ke 450-900 Watt,” tegasnya.

Untuk itu, anak buah Hatta Rajasa ini meminta Presiden SBY bersikap tegas dengan mengeluarkan instruksi agar menghentikan ekspor batubara, gas, dan BBM karena bekurangnya pasokan energi dalam negeri.

“Suatu yang tidak masuk akal bila di Kalbar, energi listrik beli dari Serawak Malaysia. Dari sisi ekonomi mungkin lebih efisien, tapi dari sisi kedaulatan negara ini sangat berbahaya dan memalukan,” terangnya.

Sumber : hukum indonesia


PT pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat BBB plus untuk PT Bakrieland Developement Tbk (ELTY) dan obligasi perusaaan I/2008 senilai Rp500 miliar serta BBB plus untuk sukuk ijarah I/2009.

Analis Pefindo Vonny Widaja dalam keterbukaan informasi Senin mengatakan, prospek peringkat tersebut diubah menjadi negatif dari stabil untuk mengatisipasi terjadinya pelemahan rasio proteksi arus kas perusahaan dalam waktu dekat.

Peringkat ini mencerminkan kuatnya posisi bisnis perusahaan sebagai salah satu pengembang properti nasional terbesar dan kualitas aset perusahaan yang cukup kuat.

Namun, faktor-faktor yang membatasi peringkat adalah ekspansi bisnis ELTY yang agresif, yang sebagian besar dibiayai dengan utang, dan karakteristik industri properti yang sensitif terhadap keadaan makro ekonomi.

ELTY memiliki properti super blok skala besar yang terdiri atas gedung perkantoran, apartemen dan pusat entertainment di area utama Jakarta, yang dikenal dengan nama Rasuna Epicentrum. Kompoisisi kepemilikan saham ELTY per 31 Maret 2010 adalah CGMI 1 Client Segregated Securities sekitar 24,38 persen, PT Bakrie&Brothers Tbk (BNBR) sekitar 10,44 persen dan publik mencapai 65,18 persen.

Sumber : bisnis di indonesia