Warga Palestina Menjadi Pengungsi di Negara Sendiri

13Jan10

Sejak tahun 1947 hingga 1949, lebih dari 726 ribu orang Palestina, Muslim dan Kristen (atau 82 persen penduduk Arab di wilayah yang kemudian dijadikan negara Israel) menjadi pengungsi selama peperangan yang mendahului deklarasi pembentukan negara Israel, yang meninggalkan rumah dan harta bendanya karena mengkhwatirkan keselamatan mereka dalam konflik bersenjata itu.

Hal ini disampaikan pada Hari Perayaan Palestina beberapa hari yang lalu di Jakarta. Pada perayaan tersebut Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Al Mahdawi melalui buku berjudul “Derita Palestina Air Mata Kita” mengungkapkan awal mula konflik Palestina – Israel dan termasuk salah satu dampaknya, pengungsi Palestina. Seperti dikutip dari buku tersebut, banyak yang mengungsi karena penyerangan militer ke kota atau desa-desa mereka, sebagian lainnya karena dipaksa oleh milisia Yahudi dan sebagian lagi mengungsi karena takut terjadinya serangan.

Selain perang tahun 1967, 200 ribu orang Palestina mengungsi meninggalkan rumah mereka di Tepi Barat dan alur Gaza setelah perang, orang-orang Palestina terus diusir dari tanah Palestina yang diduduki Israel. Hingga kini, baik pengungsi di tahun 1948 maupun pengungsi di tahun 1967 tidak diperkenankan kembali ke tanah mereka, baik yang berada di tempat yang sekarang disebut Israel, maupun di daerah yang diduduki Israel.Kurang lebih 1,3 juta pengungsi yang diorganisir PBB di OPT, Jordania, Siria dan Lebanon. Paling tidak 50% pengungsi kini tidak mempunyai kewarganegaraan (stateless).

Berdasarkan hukum internasional, penduduk sipil yang melarikan diri karena perang berhak kembali ke tanah tumpah darahnya. Hak pengungsi Palestina untuk kembali dijamin oleh Resolusi Umum PBB No. 194, “orang Palestina yang ingin kembali ke tanah airnya dan hidup dengan damai dengan tetangganya harus diizinkan secepat mungkin, dan ganti rugi bagi harta bendanya, menurut hukum internasional atau rasa keadilan, harus ditanggung oleh pemerintahan atau penguasa bersangkutan”. Resolusi 194 ini dikukuhkan tiap tahun dalam sidang umum PBB.

Sikap Palestina adalah sesuai dengan inisiatif perdamaian Arab, yang diperbaharui dalam KTT Liga Arab di Riyadh bulan Maret 2007 yang menyerukan untuk “mencapai solusi yang adil bagi masalah pengungsi Palestina untuk disetujui sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB no. 194”.

Kunci penyelesaian masalah pengungsi adalah pengakuan Israel akan tanggung jawabnya atas tindakannya yang menyebabkan timbulnya masalah pengungsi dan pengakuan akan hak-hak pengungsi.

Sumber : berita mancanegara



No Responses Yet to “Warga Palestina Menjadi Pengungsi di Negara Sendiri”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: