GMF Bidik Pasar Perawatan Pesawat A320

15Mar10

PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia, mulai membidik pasar perawatan pesawat jenis A-320, menyusul diperolehnya sertifikat perawatan pesawat A320 dari otoritas penerbangan sipil Eropa (EASA) April tahun ini.

“Kami membidik pasar perawatan domestik untuk jenis A320,” kata Direktur Utama, PT GMF Aeroasia, Richard Budihadianto dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin.

Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia, di bidang perawatan pesawat.

Richard mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan membidik maskapai Indonesia Air Asia dan Mandala Air yang memiliki pesawat jenis Airbus A320.

“Kami sudah lakukan pembicaraan awal dengan mereka. Setelah itu, maskapai lainnya baik di domestik maupun regional,” katanya.

Richard mengakui, optimisme itu terjadi setelah EASA telah melakukan audit pada awal Maret lalu selama kurang lebih lima hari yang menyeluruh selama kurang lebih lima hari meliputi seluruh aspek perawatan seperti personil, fasilitas, training, peralatan, dan prosedur.

Menurut dia, jika maskapai nasional mengirimkan perawatan pesawatnya ke GMF, maka mereka bisa menghemat biaya perawatan pesawat dibandingkan perawatan ke luar negeri.

“Kan bisa menghemat devisa negara juga,” kata Richard.

Mengenai maskapai Mandala yang sudah melakukan kontrak dengan Maintenance Repair Overhaul (MRO) asing, Richard mengatakan, kontrak pasti ada jangka waktunya.

“Jika kontrak tersebut selesai, maka GMF siap untuk menangani perawatan pesawat Mandala,” katanya.

Richard menuturkan, sertifikat yang dikeluarkan EASA memang baru dirilis bulan depan dan karenanya GMF menargetkan bulan depan sudah bisa menangani jenis pesawat A320.

Namun, Richard enggan memberikan rentang harga perawatan untuk jenis pesawat A320. Dia hanya menjelaskan bahwa biaya yang dibutuhkan itu tergantung umur pesawat dan kebijakan perawatan pesawat maskapai yang bersangkutan.

Dihubungi terpisah, Direktur Pemasaran dan Distribusi Indonesia AirAsia, Widijastoro Nugroho, menyatakan ketertarikannya untuk mengirimkan pesawatnya ke GMF.

“Ini sebuah kabar bagus, khususnya untuk maskapai yang mengoperasikan jenis pesawat A320,” ujar Widi.

Widi juga mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian harga perawatan untuk pesawat jenis tersebut. “Kami memang sudah melakukan pembicaraan, tapi belum mengirimkan proposal secara resmi.”

Bisnis perawatan pesawat komersial dan non-komersial di Indonesia masih dikuasai asing. Dari total biaya perawatan pesawat yang mencapai 75 juta dolar AS atau sekitar Rp 675 miliar per tahun, 67 persennya diserap perusahaan perawatan pesawat asing.

Kondisi itu terjadi karena pemilik pesawat atau lessor mensyartakan maskapai nasional untuk merawat pesawatnya di bengkel-bengkel perawatan milik lessor di luar negeri.

Saat ini, dari 800 pesawat di Indonesia, 70 persennya adalah pesawat yang didatangkan dengan cara sewa guna atau leasing.

Kondisi ini yang menyebabkan perusahaan perawatan pesawat nasional hanya mampu menyerap 33 persen dari pangsa pasar bisnis perawatan pesawat di dalam negeri.

Sumber : breaking news



No Responses Yet to “GMF Bidik Pasar Perawatan Pesawat A320”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: