Wasit Asia Rampok Kemenangan Meksiko

14Jun10

Pesta akbar sekelas Piala Dunia sekalipun tak lekang dari namanya kesalahan. Dan masyarakat di seantero jagad raya ini mungkin menjadi saksi mata yang sesungguhnya bagaimana pentas laga perdana antara “Tim Bafana-Bafana”, Afsel kontra “El Tri”, Meksiko dicederai dengan performa wasit yang jauh dari kata memuaskan.

Pelaku utama kejadian buruk tersebut siapa lagi kalau bukan pengadil lapangan asal Uzbekistan yang notabene pernah berstatus sebagai wasit terbaik Asia dua tahun berturut-turut yaitu di tahun 2008 dan 2008. Namanya Ravshan Irmatov yang kali ini mendapatkan kehormatan besar menjadi wasit dalam laga pembukaan kickoff Piala Dunia 2010.

Tim Meksiko yang jelas sekali terlihat unggul dalam penguasaan bola dimana secara persentase adalah 58% berbanding 42% milik tim tuan rumah, Afsel harus menerima kenyataan saat gol yang dicetak oleh Vela harus dianulir oleh Irmatov akibat offside.

Tepatnya di menit ke-37 dimana Meksiko dapat sepak pojok lagi usai sepakan Dos Santos dihadang lawan. Dari sepak pojok Vela menjebol gawang Afsel, tapi wasit menganulir setelah hakim garis mengangkat bendera pertanda offside.

Keputusan itu terlihat kontroversial karena di garis gawang Afsel sebenarnya masih ada Pienaar, kendati posisi kiper ada di depan Vela. Namun, mengingat bola datang dari sepak pojok ini bisa melahirkan pro-kontra. Keputusan ini niscaya mengundang ketidakpuasan dari Meksiko.

Sayang dan amat disayangkan sebab pengamatan buruk Irmatov ini bukan hanya menjatuhkan mental para pemain Meksiko yang langsung terdiam gagal melakukan selebrasi terjadinya gol tersebut. Akan tetapi juga justru muncul kecenderungan wasit lebih condong untuk memihak pada tim tuan rumah, Afsel.

Apa boleh buat skor 1-0 di babak pertama itu harus dihapuskan dan sampai turun minum tim Meksiko maupun Afsel tetap dinyatakan bermain kacamata alias imbang tanpa gol. Susah untuk digambarkan dengan kata-kata bagaimana perasaan dari para pemain Meksiko yang akhirnya harus terima pukulan telak karena hanya mampu bermain imbang sampai menit terakhir di menit ke-93 dengan skor akhir 1-1.

Andaikan saja gol Vela di menit ke-37 tersebut disahkan oleh wasit sebagai sebuah gol resmi niscaya saat peluit di menit ke-93 dibunyikan maka hasilnya tentu saja akan jauh berbeda dibandingkan yang sekarang sebab Meksiko akan kembali ke hotel dengan kepala lebih tegak sebab mampu menjungkalkan Afsel dengan skor akhir 2-1 dan merebut tiga poin di laga pembukaan.

Namun nasi sudah jadi bubur dan itulah namanya sepakbola. Tak ada satupun tim di dunia ini yang mampu memprediksi dia pasti menang sebelum menjalani pertarungan yang sesungguhnya sampai 2 x 45 menit. Selain unsur kualitas para pemain dan jam terbang internasional dari tim itu sendiri yang bisa dijadikan pegangan untuk paling tidak diunggulkan untuk memetik kemenangan, jangan lupakan juga adanya unsur dewi fortuna.

Ya, malang bagi Meksiko sebab dewi fortuna seakan lebih memihak kepada Afsel sehingga hasil 1-1 sudah dianggap prestasi luarbiasa bagi Afsel. Kita anggap saja kali ini memang keberuntungan bagi Afsel karena terhindar dari kekalahan di depan publiknya sendiri dan mampu mengemas satu poin dari hasil imbang ini.

Semoga saja di partai-partai selanjutnya tim yang menang di Piala Dunia tahun ini benar-benar menang karena menunjukkan kualitas permainan yang sesungguhnya di atas lapangan dan bukan dibantu oleh yang namanya dewi fortuna seperti yang dialami oleh Afsel.

Sumber : berita sepakbola



No Responses Yet to “Wasit Asia Rampok Kemenangan Meksiko”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: